Presiden Jokowi: Hong Kong Punya Potensi Sebagai Entry Point Ekspor RI ke Mainland China | 31left

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Hong Kong memiliki potensi sebagai entry point ekspor Indonesia ke Mainland China.

Hal ini ia sampaikan melakukan pertemuan dengan Chief Executive Daerah Administrasi Khusus Hong Kong John Lee di sela pertemuan pemimpin ekonomi APEC di Queen Sirikit National Convention Center, Bangkok, Jumat (18/11/2022).

“Saya melihat banyak potensi yang dapat digarap khususnya dengan Hong Kong untuk mewujudkan kerja sama perdagangan yang seimbang. Akses produk Indonesia dapat diperluas, termasuk perikanan, makanan olahan dan rempah-rempah,” ujar Presiden Jokowi.

Tiga isu utama dibahas Presiden bersama Chief Executive Daerah Administrasi Khusus Hong Kong, yaitu kerja sama perdagangan, investasi, dan perlindungan WNI di Hong Kong.

Di bidang Investasi, Presiden Jokowi mengundang para investor Hong Kong, sebagai salah satu sumber investasi terbesar Indonesia untuk dapat mendukung pembangunan IKN sebagai Green City.

“Investor Hong Kong dapat turut mengembangkan infrastruktur, transportasi, green energy, transformasi digital dan value added industries,” kata Presiden Jokowi.

Terkait isu perlindungan WNI di Hong Kong, Presiden Jokowi sampaikan apresiasinya atas bantuan dan fasilitas kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hong Kong terutama selama pandemi COVID-19.

Sementara itu saat menyampaikan pengantarnya, Chief Executive Hong Kong John Lee mengucapkan selamat atas kesuksesan Indonesia dalam G20 yang mendapat sambutan baik dunia.

Baca juga: APEC Sepakat untuk Tingkatkan Perdagangan di Tengah Tantangan Geopolitik dan Ekonomi Global

Selain itu Hong Kong juga akan berkomitmen untuk terus meningkatkan kerja sama dengan Indonesia.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut antara lain Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *