Presiden Turki Menentang Finlandia-Swedia Gabung Aliansi NATO, Sebut ‘Rumah bagi Banyak Teroris’ | 31left

TRIBUNNEWS.COM – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menentang rencana Finlandia-Swedia untuk bergabung dengan aliansi militer NATO.

Erdogan pada Jumat (13/5/2022) mengatakan, tidak mungkin bagi Turki mendukung rencana dua negara itu mengingat bahwa negara Nordik adalah “rumah bagi banyak organisasi teroris”.

Walaupun Turki secara resmi mendukung ekspansi NATO sejak bergabung dengan aliansi 70 tahun lalu, penentangannya dapat menimbulkan masalah bagi Finlandia dan Swedia.

Pasalnya, anggota baru memerlukan kesepakatan dengan suara bulat dari semua anggota aliansi.

Dilansir Reuters, Turki telah berulang kali mengecam Swedia dan negara-negara Eropa Barat lainnya karena penanganannya terhadap organisasi yang dianggap teroris oleh Ankara.

Presiden Turki dan pemimpin Partai Keadilan dan Pembangunan (Partai AK) Recep Tayyip Erdogan berpidato pada pertemuan kelompok partainya di Majelis Besar Nasional Turki di Ankara, pada 28 Oktober 2020.
Presiden Turki dan pemimpin Partai Keadilan dan Pembangunan (Partai AK) Recep Tayyip Erdogan berpidato pada pertemuan kelompok partainya di Majelis Besar Nasional Turki di Ankara, pada 28 Oktober 2020. (Adem ALTAN / AFP)

Baca juga: Milisi Suriah Proksi Turki Tewaskan 10 Tentara Damaskus di Dekat Aleppo

Baca juga: Niat Swedia-Finlandia Bergabung dengan NATO Bisa Berdampak Serius, Apakah Aliansi akan Menerima?

Beberapa diantaranya termasuk kelompok militan Kurdi PKK dan YPG, dan pengikut ulama Islam Fethullah Gulen yang berbasis di AS.

Ankara mengatakan Gulenis, gerakan persaudaraan Islam yang dipimpin oleh Fethullah G├╝len, melakukan upaya kudeta pada 2016.

Gulen dan pendukungnya menyangkal tuduhan itu.

Finlandia mengumumkan rencananya mengajukan keanggotaan NATO pada Kamis (12/5/2022).

Kini Swedia diharapkan dalam waktu dekat akan mengikuti.

Diketahui perluasan aliansi militer Barat ini dianggap ancaman oleh Presiden Rusia Vladimir Putin, bahkan digunakan sebagai dalih melancarkan invasi ke Ukraina.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.