Proses Hukum terhadap Kopda Muslimin Gugur, 5 Eksekutor Penembak Rina Belum Bisa Dilimpahkan | 31left

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG – Danpom IV/Diponegoro, Kolonel (CPM) Rinoso Budi mengungkapkan kasus percobaan pembunuhan terhadap Rina Wulandari yang menjerat Kopda Muslimin ditutup setelah anggota TNI itu meninggal dunia.

Hal ini menurut Kolonel (CPM) Rinoso Budi sesuai pasal 77 KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana).

Dalam Pasal 77 KUHP disebutkan bahwa ‘Kewenangan menuntut pidana hapus, jika tertuduh meninggal dunia.’

“Yang diproses melalui Peradilan Militer hanya Kopda Muslimin,” kata Kolonel (CPM) Rinoso Budi.

Baca juga: Kopda Muslimin Diduga Keracunan, Orang Tua Sebut Anaknya Meninggal karena Kecapekan Bukan Bunuh Diri

Namun demikian proses hukum untuk 5 pelaku eksekutor kasus penembakan Rina Wulandari masih terus berlanjut.

Dia mengatakan kematian Kopda Muslimin tidak mempengaruhi proses hukum terhadap 5 pelaku penembak Rina Wulandari di Cemara III, RT 8 RW 3 Kelurahan Padangsari, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang beberapa waktu lalu.

Danpom IV/Diponegoro, Kolonel (CPM) Rinoso Budi mengatakan kasus penembakan Rina Wulandari masih dalam penyelidikan Polri.

Hingga saat ini belum ada pelimpahan.

“Meskipun dari pengakuan saksi yang ada dan termasuk lima eksekutor tersebut mengarah kepada Kopda Muslimin. Karena yang bersangkutan saat itu belum tertangkap, sehingga belum bisa dilimpahkan dan hari ini meninggal dunia,” ujarnya, Kamis (28/7/2022).

Sementara itu Asintel IV/Diponegoro Kolonel Inf Wahyu menuturkan selama buronan, Kopda Muslimin terdeteksi berada di Jawa Tengah.

Leave A Reply

Your email address will not be published.