Ragam Kopi Nusantara di Lapangan Banteng | 31left

Ajang Indonesia Premium Coffee Expo & Forum 2022 bertajuk Meretas Cita Rasa Indonesia yang diinisiasi oleh Kemenko Bidang Perekonomian memamerkan berbagai kopi lokal dari Nusantara. Kegiatan digelar secara langsung dari 24-26 Juni 2022 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat dan secara virtual di laman situs resmi Indonesia Premium Coffee Expo.

Selain pameran kopi yang diisi dengan sekitar 79 tenant, juga ada beberapa kegiatan lain yang dilaksanakan secara hybrid (luring dan daring) seperti workshop, talkshow dan lainnya terkait perkopian Tanah Air.

Acara yang bekerja sama dengan

para pemangku utama pengembangan kopi nasional mulai dari Dewan Kopi Indonesia

(DEKOPI), Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI), dan Gabungan Eksportir

Kopi Indonesia (GAEKI) ini bertujuan untuk mengemukakan komoditas kopi dalam

kontribusinya bagi pemulihan ekonomi nasional sebagai dampak pandemi covid-19.

Hal tersebut dibangun untuk perluasan informasi peta komoditas kopi dengan varietas unik

 kawasan tropis yang tak dimiliki negara lain sebagai stimulator pertumbuhan ekonomi dalam upaya penguatan ekonomi masyarakat.

Kegiatan ini juga menyasar perluasan pasar global dengan menjadikan pertemuan G-20 di Bali dan konferensi perubahan iklim

COP-27 di Mesir2022 sebagai rangkaian kegiatan.

Ini untuk memberikan manfaat besar sebagai rantai nilai dan strategi pemasaran sekaligus peningkatan penjualan ekspor kopi nasional ke

mancanegara.

Acara ini diikuti oleh para pelaku agribisnis dan industri kopi nasional dari hulu hingga hilir, yang berkolaborasi bersama dalam upaya akselerasi perluasan pemberdayaan komoditi kopi. Ini berdampak terhadap akses pemasaran dan

membangun lapangan kerja baru yang dapat berkontribusi

terhadap percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Dalam pembukaan Premium Coffee Expo & Forum 2022, Menteri Koordinator Bidang Perkonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, aksi kolaboratif antara pelaku industri kopi dan pemerintah ini guna mendorong pertumbuhan kopi di Indonesia.

“Dalam 10 tahun terakhir industri kopi tumbuh signifikan. Saat ini Indonesia sebagai produsen kopi terbesar keempat. Di 2021, produksi kopi mencapai 795 ribu ton, yang 94,5% dipasok dari kopi kebun rakyat. Perekonomian kopi ini juga mampu menyerap dan memberdayakan tenaga kerja, itu sekitar 1,86 juta petani sebagai komoditas perkebunan terpenting setelah kelapa sawit dan karet,” kata Airlangga dalam video rekaman yang diputar saat pembukaan kegiatan ini di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (24/6).

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa konsumsi domestik tahun ini cukup besar yaitu di angka 370 ribu ton dan ekspor mencapai US$842,5 juta atau sekitar 4,1% peningkatannya.  Dengan potensi ini, ia mengungkapkan, komoditas kopi perlu terus didukung dan diunggulkan. “Ini penting untuk mempromosikan kopi Indonesia di pasar global,” jelasnya.

Semangat yang sama juga disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis (Deputi II) Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Musdhalifah Machmud yang mengungkapkan bahwa kopi sebagai salah satu produk unggulan Indonesia harus dipromosikan bukan hanya di Indonesia melainkan juga kancah global.

“Kita mengajak bukan hanya di dalam negeri tapi kita juga mengajak teman-teman kita duta-duta besar yang ada di luar, yang perwakilan negara-negara tersebut hadir hari ini. Kita mengajak baik seluruh rakyat Indonesia dan stakeholders global untuk melihat kopi-kopi Indonesia,” ujar Musdhalifah, dalam sambutannya secara langsung di Lapangan Banteng, Jakarta.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa kopi sebagai produk andalan harus terus dijaga eksistensi, keberadaan, dan keberlanjutannya dengan inovasi-inovasi dan program-program yang menjaga sumber daya alam. (M-2) 


admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.