Ribuan Kasus Perceraian di Kabupaten Gresik Didominasi Pasangan Muda, Ini Penyebabnya | 31left

TRIBUNNEWS.COM, GRESIK – Dalam setahun, rata-rata angka perceraian di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mencapai 3 ribu kasus.

Di tahun 2022, tepatnya data di bulan Agustus, sudah mencapai angka 2 ribu lebih.

Baca juga: Roro Fitria Jawab Isu Perceraian dan Pernikahannya Disebut Settingan

“Sekitar 90 persen sampai 85 persen cerai gugat. Istri yang menggugat cerai suami,” Humas Pengadilan Agama Gresik Kamaruddin , Jumat (16/9/2022).

Faktor yang menyebabkan perceraian paling banyak adalah faktor ekonomi. Lebih rinci lagi, karena suami menafkahi tetapi kurang.

Kemudian sama sekali tidak menafkahi karena suami sudah tidak bekerja atau tidak memiliki sumber penghasilan. Terakhir, karena tidak nyaman dengan sistem keuangan yang lebih banyak dipegang suami.

Baca juga: Gugat Cerai, Roro Fitria Gandeng 9 Kuasa Hukum dan Tim Psikolog: Jujur Ini Fase Terberat

Selain faktor ekonomi, penyebab perceraian lainnya adalah hadirnya orang ketiga di sebuah rumah tangga.

Penyebab lain yang jumlahnya tidak banyak yaitu izin poligami. Rata-rata usia pasangan yang bercerai masih di bawah 40 tahun. 

“Rata-rata usia produktif dibawah 35 tahun,” tambahnya.

Baca juga: Puluhan Istri di Bojonegoro Jawa Timur Gugat Cerai Suami Karena Kecanduan Judi Online

Dalam beberapa tahun terakhir, angka perceraian masih di angka 3 ribuan. Pada tahun ini diprediksi menurun tetapi sedikit.

Penulis: Willy Abraham

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Perceraian di Gresik Capai Ribuan, Didominasi Istri Gugat Suami, Menafkahi Tapi Kurang Jadi Pemicu

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.