Rivalitas Menajam, Indonesia Singgung Kebijaksanaan dan Tanggung Jawab Para Pemimpin Dunia | 31left

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, PHNOM PENH – Indonesia menyinggung kebijaksanaan dan tanggung jawab para pemimpin dunia di pertemuan ASEAN Foreign Ministers’ Meeting (AMM) saat membahas isu-isu kawasan dan internasional, Rabu (3/8/2022).

Menteri Luar Negeri Indonesia (Menlu RI), Retno Marsudi, turut menyinggung menajamnya rivalitas antara kekuatan besar.

Menurutnya jika rivalitas itu tidak dikelola dengan baik, maka rivalitas dapat menimbulkan konflik terbuka.

Indonesia menyampaikan pentingnya semua pihak untuk tidak mengambil langkah provokasi yang dapat memperburuk situasi.

“Yang diperlukan dunia saat ini adalah wisdom dan tanggung jawab para pemimpin dunia agar perdamaian dan stabilitas kawasan dan dunia dapat terjaga,” ujar Retno pada konferensi pers usai Pertemuan AMM.

Beberapa hal lain yang disampaikan Menlu RI di AMM mengenai pentingnya upaya memperkuat ASEAN, dimana hasil kerja High Level Task Force menjadi penting untuk memperkuat ASEAN dalam menghadapi tantangan zaman.

Baca juga: Menlu Retno Pastikan RI Komitmen Myanmar Tidak Diwakili Junta Militer di Pertemuan Politik ASEAN

Indonesia juga menyampaikan pentingnya ASEAN fokus untuk melakukan kerjasama konkrit dalam mengimplementasikan ASEAN Outlook on Indo Pasifik.

“Kita menginformasikan bahwa tahun depan Indonesia pada saat menjadi ketua ASEAN akan menjadi tuan rumah dari Indo Pacific infrastructure Forum,” lanjutnya.

Indonesia juga mendorong pendekatan dengan para partner yang berminat untuk melakukan aksesi terhadap Treaty of Amity and Cooperation (TAC).

Dengan semakin banyaknya aksesi pada TAC maka harapannya spirit kerjasama ASEAN dapat terus dihormati oleh para mitra.

Dalam Pertemuan AMM kali ini, 6 negara menandatangani aksesi Treaty of Amity and Cooperation (TAC), yaitu Denmark, Yunani, Belanda, Qatar, Oman dan Persatuan Emirat Arab (PEA).

“Telah diperoleh permintaan beberapa negara lain untuk melakukan aksesi terhadap TAC. Antusiasme banyak negara untuk melakukan aksesi perlu disambut baik guna mempromosikan nilai-nilai ASEAN, termasuk spirit kerja sama dan perdamaian di Kawasan Indo-Pasifik,” ujarnya.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.