Rizal Ramli Sebut Dukungan Jokowi di Pilpres 2024 Tidak Efektif, Ini Alasannya | 31left

Laporan Reporter Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ekonom senior Rizal Ramli menilai dukungan atau endorsement Presiden Jokowi di 2024 tidak efektif.

Menurutnya, ada banyak faktor, di antaranya perbedaan situasi pada periode pertama Jokowi dengan periode yang kedua.

“Rakyat lagi susah, mungkin kalau endorsement 4 tahun yang lalu, atau awal pemerintahan Jokowi itu sangat-sangat kuat, karena dukungan terhadap Jokowi luar biasa kuatnya dan rakyatnya relatif happy,” kata Rizal dalam diskusi Adu Perspektif Total Politik yang ditayangkan di kanal Youtube Detik, Rabu (3/8/2022).

Rizal lantas mengungkit soal iklim demokrasi di era Jokowi, yang mana Jokowi beruntung karena menjadi presiden ketika iklimnya sudah lebih baik.

“Mohon maaf, Mas Jokowi itu tidak pernah berjuang, memperjuangkan demokrasi, kita-kita termasuk, berjuang demokrasi Indonesia merasakan risiko penjara dan sebagainya,” katanya.

Baca juga: Presiden Jokowi Berdiskusi dengan Sejumlah Ekonom di Istana, Ini yang Dibahas

Rizal menilai aktivis prodemokrasi berpikir 2 kali untuk memilih calon yang didukung Jokowi.

“Mas Jokowi harusnya bersyukur bisa terpilih menjadi presiden dalam suasana demokratis, artinya kalau dia ngerti bersyukur dia justru kokohkan demokrasi, bukan dipreteli, bukan diamputasi, ini dilakukan dengan tindakan-tindakan yang otoriter, itu mengamputasi demokrasi. Jadi teman-teman yang prodemokrasi pun mikir 2 kali,” ujar Rizal.

Rizal juga menilai Jokowi memainkan politik mendukung siapa saja yang berambisi untuk menjadi calon presiden.

“Saya dengar langsung dari menteri-menteri yang Jokowi ngomong langsung ‘Bang, kita diendorse sama Jokowi, terus, terus…’ Dia lagi main pokoknya semua orang yang berambisi dia dekati,” pungkasnya.
 

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.