Rusia Ambil Alih Pembangkit Listrik Terbesar Kedua di Ukraina | 31left

Laporan Wartawan Tribunnews, Nur Febriana Trinugraheni
 
TRIBUNNEWS.COM, KYIV – Penasihat Presiden Ukraina, Oleksiy Arestovych melaporkan pasukan Rusia mengambil alih pembangkit listrik terbesar kedua di Ukraina dan sedang mengerahkan kembali pasukan ke wilayah selatan Kyiv.  

Pasukan Rusia mengatakan pada Rabu (27/7/2022), mereka telah merebut pembangkit listrik tenaga batu bara Vuhlehirsk era Soviet secara utuh, sehingga menjadi keuntungan signifikan pertama Moskow dalam tiga minggu terakhir.

Oleksiy Arestovych mengonfirmasi pencaplokan pabrik di wilayah Donetsk timur, namun dia mengatakan itu hanyalah keuntungan kecil bagi Rusia. Arestovych menambahkan, Rusia mengerahkan kembali pasukannya ke wilayah selatan Ukraina yaitu Melitopol, Zaporizhzhia dan Kherson.

Baca juga: Rusia Cekik Aliran Gas Lebih Kecil Lagi Setelah Uni Eropa Kampanyekan Penghematan Energi

Sebelumnya, Ukraina telah memperjelas niatnya untuk merebut kembali kota Kherson, yang diduduki Rusia pada hari-hari awal perang.

Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina, Oleksiy Danilov dalam postingan Twitter-nya mengatakan Rusia telah menempatkan pasukan dalam jumlah besar ke arah Kherson, namun Danilov tidak memberikan rincian lebih.

Sedangkan pasukan Ukraina di wilayah selatan mengatakan, mereka telah membunuh sekitar 66 tentara musuh dan menghancurkan tiga tank serta dua gudang senjata dalam 24 jam terakhir. Mereka menambahkan, pasukan Rusia menyerang kota Mykolaiv menggunakan beberapa peluncur roket.

Pasukan Ukraina juga diketahui menembaki jembatan yang melintasi Sungai Dnipro di Kherson yang digunakan pasukan Moskow, sehingga menutup akses lalu lintas jembatan itu. Pejabat Rusia sebelumnya mengatakan, mereka akan beralih ke jembatan ponton dan feri untuk membawa pasukan menyeberangi sungai.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy menyatakan Kyiv akan membangun kembali jembatan Antonovsky di atas sungai Dnipro dan penyeberangan lainnya di wilayah tersebut.

Baca juga: UE Sepakat Batasi Konsumsi Gas di Tengah Kekhawatiran Berhentinya Pasokan Energi Rusia

“Kami melakukan segalanya untuk memastikan bahwa pasukan pendudukan tidak memiliki peluang logistik di negara kami,” katanya dalam pidato Rabu malam.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengatakan dia merencanakan percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, yang akan menjadi percakapan pertama keduanya sejak dimulainya perang di Ukraina.

Namun Blinken menegaskan, pembicaraan tersebut tidak akan membahas negosiasi mengenai perang di Ukraina, karena setiap pembicaraan untuk mengakhiri perang harus dilakukan antara Kyiv dan Moskow.

Kantor Berita Rusia TASS melaporkan, Moskow belum menerima permintaan resmi dari Washington mengenai panggilan telepon antara Blinken dan Lavrov.

Leave A Reply

Your email address will not be published.