Sebelum Kasusnya Viral, Keluarga Korban dan Pelaku Perundungan Bocah di Tasikmalaya Sepakat Berdamai | 31left

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman 

TRIBUNNEWS.COM,  BANDUNG – Terungkap keluarga bocah yang meninggal akibat perundungan di Tasikmalaya pernah bertemu dengan keluarga terduga pelaku, 16 Juni 2022.

Saat itu video bocah dipaksa teman-temannya menyetubuhi kucing menyebar di lingkungan rumah korban dan terduga pelaku.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, peristiwa perundungan terjadi pada 14 Juni 2022 dan saat video menyebar di lingkung warga setempat kedua belah pihak dipertemukan.

“Pada saat itu masih menyebar di kalangan tetangga via WhatsApp, akhirnya ditemukanlah oleh para orang tua dan akhirnya pada tanggal 16 Juni dilakukan pertemuan antara para orang tua, RT, RW dan kepala desa yang ada di lingkungan tersebut,” ujar Ibrahim saat dihubungi, Selasa (26/7/2022). 

Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak sudah sama-sama memaklumi kejadian itu sebagai kenakalan anak-anak biasa hingga dilakukan perdamaian di antara mereka,” katanya. 

Baca juga: Polisi Naikkan Status Kasus Perundungan Bocah SD di Tasikmalaya ke Tahap Penyidikan

Namun, video tersebut sudah viral dan dilakukan pengamatan oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Tasikmalaya. 

“Akhirnya kita bersama KPAID Tasikmalaya melakukan pendalaman dan kita dapatkan simpulan bahwa memang terjadi upaya bullying di situ, di mana didapatkan bahwa ada kondisi di luar kendali korban, sehingga dianggap bahwa ini bullying,” katanya.

 Saat ini, kasus tersebut statusnya sudah dinaikan Polisi menjadi penyidikan dan didapati tiga orang terduga pelaku. 

“Sementara ini, kita dapat ada tiga orang (terduga pelaku) dan semuanya masih kategori anak semua.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.