Sekolah Penggerak di SMPN 1 Banjarmasin Diharapkan Meningkatkan Kualitas Pendidikan Berkelanjutan | 31left

Laporan Reporter Tribunnews.com, Naufal Lanten

TRIBUNNEWS.COM, BANJARMASIN – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah mengeluarkan berbagai kebijakan Merdeka Belajar, di antaranya Program Guru Penggerak dan Program Sekolah Penggerak.

Hingga 2022, Kemendikbudristek telah merealisasikan 2.500 Sekolah Penggerak di 34 provinsi dan 250 kabupaten/kota.

Satu dari ribuan sekolah penggerak itu ialah Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Banjarmasin.

Kepala SMPN 1 Gusti Khairur Rahman mengatakan Program Sekolah Penggerak ini merupakan tantangan baru bagi para pendidik. 

Sebab, mekanisme ini baru pertama kali diterapkan dan menggunakan metode pembelajaran berbeda dengan kurikulum sebelumnya.

Baca juga: Kemendikbudristek Buka Seleksi Fasilitator Program Sekolah Penggerak Angkatan Ketiga

“Dengan masuknya kita sebagai sekolah penggerak ini tantangan. Program baru bagi kami, format seperti ini, kita harus belajar dari mana. Kita ikuti tahap per tahap Insyaallah kita bisa,” kata Gusti Khairur Rahman saat ditemui di SMPN 1 Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu (20/7/2022).

“Dengan doa dan motivasi dari teman-teman kita ikut lokakarya ke delapan. Teman-teman bersemangat,” ujarnya menambahkan.

Ia pun berharap Program Sekolah Penggerak ini bakal terus bertahan di tahun-tahun berikutnya. Sebab, lanjut dia, para orang tua murid begitu mendukung program yang berjalan hampir dua tahun di sekolah favorit itu.

“Kami sudah sosialisasikan ke orangtua siswa dan mereka sangat mendukung di SMPN 1. Suport bukan hanya motivasi, tapi pendanaan,” ujarnya.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.