Siap-Siap Bangun Dini Hari untuk Parade 5 Planet | 31left

Akan ada fenomena langka di langit mulai pekan ini. Lima planet yakni Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, dan Saturnus akan berada dalam satu garis sejajar hingga 30 Juni 2022, setelah terakhir terjadi pada 5 Maret 1864. Ini fenomena langka yang disebut sebagai konjungsi multiplanet dan tidak berbahaya. Masyarakat Indonesia pun bisa menyaksikannya lewat teleskop.

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dalam keterangan tertulisnya menjelaskan, di antara susunan fenomena 5 planet sejajar itu, akan ada kemunculan bulan yang berfungsi sebagai penanda posisi planet Bumi.

Lima planet ini akan tampil di langit sesuai urutan mereka mengelilingi Matahari. Jika diurut dari timur ke utara cakrawala, urutannya adalah Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, dan Saturnus. Sedangkan Bulan akan masuk ke dalam urutan tersebut yang dimulai dari 23 sampai 25 Juni. Dan waktu terbaik untuk melihat fenomena langit ini adalah sekitar 45 menit sebelum matahari terbit, seperti dilansir dari Space.com (16/5).

Masyarakat yang ingin melihat fenomena sejajarnya kelima planet tersebut secara langsung harus menunggu hingga paruh kedua malam hari hingga sebelum subuh.

Saturnus akan menjadi planet pertama yang muncul sebelum tengah malam, planet ini akan tampak cerah dengan warna kuning keputih-putihan. Cincin planet ini bisa dilihat jika memakai teleskop kecil dengan kekuatan pembesaran paling tidak 30 kali. Tempat terbaik untuk melihatnya ada di langit bagian tenggara.

Setelah Saturnus, ada Jupiter yang akan mulai tampak pada sekitar pukul 1 pagi. Wujud planet besar itu dalam fenomena planet sejajar  adalah muncul ke kuadratur barat (90 derajat barat matahari) pada tanggal 29 Juni. 

Mars bakal menyusul dan terbit di timur sesaat sebelum pukul 2 pagi waktu setempat. Mars akan bersinar dengan magnitudo 0.5 yang menyamai Achernar, bintang paling terang kesembilan di langit Bumi. Seseorang akan mengenali Mars dengan rona oranye-kuningnya yang khas.

Planet berikutnya yang akan melengkapi urutan tersebut adalah Venus, yang muncul sekitar pukul 3:30 pagi pada magnitude -3.9, sehingga Venus mengungguli pesaing terdekatnya dalam kecemerlangan atau sinarnya, Jupiter atau lebih bersinar sekitar empat kali lipat darinya.

Teropong atau teleskop akan membantu menunjukkan gugus bintang Pleiades 9 derajat ke kiri Venus sebelum senja pagi menjadi terlalu terang.

Dan yang terakhir adalah Merkurius yang berada pada elongasi terbesarnya, 23 derajat barat matahari, pada magnitudo 0.6. Ia berada di 10 derajat lebih rendah sebelah kiri dari Venus. Ini akan membuatnya sedikit terlihat dengan mata telanjang di posisi sangat rendah di timur – timur laut sekitar 30 hingga 40 menit sebelum matahari terbit.

Untuk Bulan, satelit Bumi itu melengkapi urutannya mulai 18 Juni dan berada di sebelah kanan lebih rendah dari Saturnus. Namun letak Bulan tidak seterusnya demikian. Pada 21 Juni, Bulan akan berpindah lima derajat lebih rendah di sebelah kanan Jupiter.

Sehari berikutnya, Bulan kembali bergerak lima derajat ke sebalah kanan Mars. Pada 23-25 Juni, bulan sabit, sebagai representasi Bumi, akan muncul di antara Mars dan Venus.

Planet-planet tata surya mengorbit matahari dalam bidang yang sangat sempit, yang berarti bahwa jika dilihat dari Bumi, mereka tampak berada dekat dengan garis imajiner di langit yang disebut ekliptika. (M-2) 


admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.