Slovakia dan Hongaria Tolak Dukung Sanksi UE Terhadap Rusia | 31left

Laporan Wartawan Tribunnews, Nur Febriana Trinugraheni

TRIBUNNEWS.COM, BRATISLAVA – Slovakia dan Hongaria menyatakan tidak akan mendukung sanksi ekonomi baru yang sedang dipersiapkan Uni Eropa terhadap pasokan energi dari Rusia.

Kedua negara mengatakan, mereka sangat bergantung pada pasokan energi Rusia dan belum menemukan pemasok alternatif dari negara lain.

Dilansir dari aljazeera.com, Komisioner UE sedang memperdebatkan proposal baru untuk sanksi, yang dapat mencakup embargo bertahap terhadap minyak Rusia. Ke-27 anggota UE perlu beberapa hari sebelum tindakan tersebut berlaku, dan belum jelas apakah Slovakia dan Hongaria akan menerima pengecualian.

Menteri Ekonomi Slovakia, Richard Sulik mengatakan pada Selasa (4/5/2022) kemarin, penyulingan tunggal Slovakia, Slovnaft tidak dapat segera beralih dari minyak mentah Rusia ke jenis minyak lain.

Hal ini karena Slovnaft membutuhkan waktu beberapa tahun untuk mengubah teknologi penyulingan minyaknya.

Baca juga: Jelang Sanksi Baru Uni Eropa, Rusia Makin Gencar Serang Benteng Terakhir Ukraina di Mariupol

Slovakia hampir sepenuhnya bergantung pada minyak Rusia yang diterimanya melalui pipa Druzhba.

Hungaria juga sangat bergantung dengan energi Rusia, walaupun importir besar energi Rusia lainnya seperti Jerman mengungkapkan, mereka dapat mengatasi permasalahan jika UE menjatuhkan sanksi pada minyak Rusia.

Baca juga: Dibayangi Larangan Impor dari Rusia oleh Uni Eropa, Harga Minyak Kembali Naik

Menteri Luar Negeri Hongaria, Peter Szijjarto mengatakan Hongaria tidak akan memilih sanksi apa pun terhadap energi Rusia.

“Kami tidak memiliki sanksi yang akan membuat pengangkutan gas alam atau minyak dari Rusia ke Hongaria menjadi tidak mungkin. Intinya sederhana, bahwa pasokan energi Hongaria tidak dapat terancam karena tidak ada yang bisa mengharapkan kita untuk membiarkan harga perang (di Ukraina) dibayar oleh Hongaria.”

“Saat ini secara fisik tidak mungkin bagi Hongaria dan ekonominya untuk berfungsi tanpa minyak Rusia.” kata Szijjarto.

Meskipun ada ketidaksepakatan antara anggota UE mengenai sanksi energi Rusia, Presiden Dewan Eropa Charles Michel berjanji untuk menghentikan pasukan Rusia melancarkan serangan pada Ukraina, dengan mengarahkan negara-negara di Eropa untuk menjauh dari pasokan gas alam Rusia.

“Kami juga memberi sanksi kepada Rusia untuk memberikan tekanan finansial, ekonomi, dan politik pada Kremlin karena tujuan kami sederhana: Kami harus menghancurkan mesin perang Rusia,” kata Michel.

Negara-negara Eropa sedang berlomba untuk mengamankan pasokan alternatif, dengan memprioritaskan impor gas alam cair (LNG) global dari produsen utama LNG seperti Aljazair, Qatar dan Amerika Serikat. Termasuk juga pembangunan fasilitas LNG di Yunani Utara yang dikunjungi Michel pada Selasa kemarin.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.