Suap Izin Royal Kedhaton Jadi Pintu Masuk KPK Usut Proyek Lain Milik Summarecon Agung | 31left

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Penyidikan kasus dugaan suap pemulusan perizinan pembangunan apartemen Royal Kedhaton Yogyakarta menjadi pintu masuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri lebih lanjut dugaan praktik rasuah PT Summarecon Agung Tbk disejumlah proyek. 

Lembaga antirasuah itu berjanji mengusut dugaan suap pada sejumlah proyek yang digarap Summarecon, seperti di Bekasi, Bogor, dan Bali.

“Kita (KPK) tidak akan berhenti disini,” ucap Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto, dilihat dari tayangan YouTube KPK RI, Sabtu (23/7/2022).

KPK tak menutup kemungkinan mengembangkan perkara suap pemulusan perizinan pembangunan apartemen Royal Kedhaton Yogyakarta ke sejumlah aktivitas bisnis perusahaan yang melantai di bursa dengan kode emiten SMRA itu. 

Kini KPK sedang menguatkan bukti dan petunjuk yang mengarah kepada dugaan suap lain. 

“Kecuali nanti ada pihak-pihak lain atau memang ditreser dari aliran dana dan lain-lain ada yang terungkap,” kata Karyoto.

Disebut-sebut Vice President Real Estate PT Summarecon Agung Oon Nushino yang telah dijerat dalam kasus ini berperan besar melakoni praktik suap. 

Oon dikabarkan piawai dalam meloby penyelenggara negara agar proyek Summarecon Agung terealisasi.

Nama Oon Nushihono juga muncul dalam kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat Wali Kota nonaktif Bekasi Rahmat Effendi atau Pepen. 

Namanya muncul lantaran menjadi salah satu pihak yang dijadwalkan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Pepen pada 11 April 2022 lalu.

Baca juga: KPK: Haryadi Suyuti Cs Disuap 27 Ribu Dolar AS Agar Terbitkan IMB Apartemen Royal Kedhaton

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.