Survei DTS: Efek Pembentukan Koalisi Dini Parpol Belum Merata | 31left

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Lembaga survei DTS Indonesia melakukan survei nasional secara reguler terkait pemilu 2024.

Survei yang dilakukan ini merupakan tahap ketiga 3. Survei dilakukan pada 28 Juni sampai dengan 8 Juli 2022, di 34 Provinsi.

Survei dilakukan terhadal 2.059 responden, dengan margin of error ± 2,16 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen

Baca juga: Pengamat Bandingkan Sikap Andika Perkasa dan Gatot Nurmantyo Saat Diusung Jadi Bakal Capres

Berdasarkan hasil survei pembentukan koalisi dini atau awal partai-partai, belum berdampak merata kepada elektabilitas anggota koalisi.

Elektabilitas dua partai besar yang membangun koalisi diantaranya Golkar yang membentuk Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama PAN dan PPP justru mengalami kontraksi.

Begitu juga dengan Gerindra yang membangun koalisi dengan PKB.

Elektabilitas Golkar pada survei menjadi 8,8 persen, menurun dibandingkan survei pada Februari 2022 yang mencapai 10, 1 persen.

Sementara Elektabilitas Gerindra menjadi 9,1 persen menurun dibandingkan Februari 2022 yang mencapai 9,8 persen.

“Koalisi awal Golkar dan Gerindra mengalami kontraksi dalam dua survei terakhir,” kata Direktur Eksekutif DTS Indonesia Ainul Huda , dalam rilis survei, Minggu, (24/7/2022).

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.