Tak Bisa Hadir Secara Langsung, Presiden Ukraina Harap Pertemuan G20 di Bali Berikan Solusi | 31left

TRIBUNNEWS.COM, KYIEV – Karena perang masih berkecamuk, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky tidak bisa penuhi undangan Presiden Joko Widodo untuk menghadiri pertemuan G20 di Bali secara langsung.

“Saya tidak dapat berkunjung dan menghadiri pertemuan secara tatap muka, karena saya harus bersama rakyat saya. Jadi, saya akan bergabung dengan Anda secara daring, itu menjadi suatu opsi” kata Zelensky menjawab pertanyaan peserta diskusi Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), belum lama ini.

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal bertindak selaku host kegiatan diskusi tersebut.

Turut hadir sejumlah tokoh, di antaranya Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Golkar Dyah Roro Esti Widya Putri.

Pada kesempatan itu, Zelensky menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo atas undangannya untuk menghadiri G20 Summit.

Baca juga: Inilah Roket Penyembur Api TOS-2 Rusia, Dikerahkan Pertama Kali di Medan Tempur Ukraina

“Kami menerima undangan tersebut dengan penuh rasa hormat. Mudah-mudahan dunia dapat memberikan solusi terhadap masalah ini, dan kita tidak akan melihat dampak yang lebih besar lagi. Semoga kekejaman ini dapat dihentikan,” tuturnya.

Ia yakin dan percaya pertemuan tersebut menjadi diskusi yang bersahabat di antara para negara. Diharapkannya pula, masyarakat Indonesia berdoa untuk perdamaian dunia dan kemanusiaan.

Hingga saat ini, kata Zelensky, tekanan dunia internasional melalui dukungan moral maupun aksi boikot tidak cukup membuat Rusia mengendurkan agresinya.

“Mengenai dialog nyata, saya tidak bisa melihat adanya perkembangan substansial. Saya belum mendapatkan respons dari Rusia atas proposal untuk menghentikan peperangan sejak awal negosiasi,” tuturnya menjawab pertanyaan mDino Patti Djalal, selaku host.

Makanya, Zelensky berharap pertemuan G20 di Bali pada November mendatang dapat mencari jalan keluar.

“Oleh karena itu, semua harus bersatu, dan bukan hanya ekonomis saja. Kita harus berupaya menghentikan agresi mereka. G20 harus mendukung agar kita dapat mencapai akhir dari perang ini,” tegasnya.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.