Tanggapan Pakar Epidemiologi Terkait Kebijakan Lepas Masker di Luar Ruangan | 31left

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah buat kebijakan pelonggaran protokol kesehatan seiring terkendalinya pandemi covid-19 di Indonesia.

Masyarakat sudah diperbolehkan tidak menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Perihal itu, pakar Epidemiologi Griffith University Dicky Budiman, angkat bicara.

Menurutnya, narasi terkait kebijakan penggunaan masker harus sangat hati-hati.

Dalam artian, jangan sampai membangun euforia atau percaya diri berlebihan, sehingga membuat masyarakat abai dan merugikan diri sendiri. 

Baca juga: Masyarakat Sambut Baik Keputusan Lepas Masker di Ruang Terbuka tapi Tetap Jaga-jaga

“Karena begini, masker ini adalah satu perilaku yang selain mudah, murah, efektif dalam mencegah penularan penyakit yang ditularkan melalui udara seperti halnya Covid-19,” ungkap Dicky pada Tribunnews, Selasa (17/5/2022).

Apalagi jika upaya ini dikombinasikan dengan akselerasi peningkatan cakupan vaksinasi. Hal ini menjadi satu kombinasi yang sangat signfikan berkontribusi dalam memperbaiki situasi pandemi. 

“Yaitu menurunkan situasi penularan Covid-19 lewat udara. Kombinasi ini ditambah protokol kesehatan lain seperti perbaikan kualitas udara misal dengan ventilasi. Ini akan menjadi satu upaya keluar dari krisis pandemi ini,” papar Dicky.

Terkait apa yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo, menurut Dicky mungkin vaksinasi untuk dosis dua sudah meningkat. Namun ia mengingatkan jika masih ada konteks Omicron beserta sub varian.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.