Tata Cara Minum Wine | 31left

WINE diduga ditemukan karena proses fermentasi alami buah anggur pada 6000 SM di Mesopotamia. Wine bahkan pernah menjadi alternatif pengganti air bersih yang sulit didapatkan pada masa itu. Meski begitu pro dan kontra minuman ini sempat bergulir. Namun, bagi Anda yang ingin mencicipi wine, berikut beberapa panduan yang bisa diikuti.

1. Pilih gelas yang tepat

Ada alasan mengapa minum wine harus menggunakan gelas bertangkai dan menggelembung di atasnya. Gelas balon akan membantu mengeluarkan aroma asli dari wine.

Luas permukaannya yang lebih besar akan memerangkap aroma wine ini di dalam gelas sehingga lebih mudah terhirup oleh hidung. Dengan bantuan gelas ini, ketiga indera tersebut akan terbantu dalam menganalisis wine.

2. Pegang tangkai gelas

Gelas wine pada umumnya terdiri tiga bagian, yaitu wadah (bowl), tangkai (stem), dan kaki (foot). Dari cara memegang gelas saja, bisa terlihat apakah seseorang amatir atau profesional.

Mereka yang ingin tampak gaya memegang gelas wine dengan telapak menghadap atas, tangan seperti ‘membungkus’ bagian bawah wadah gelas.

Tangkai gelas dijepit jari telunjuk dan jari tengah. Sementara itu, mereka yang profesional memegang gelas wine di tangkainya, sengaja tak menempelkan tangan dengan wadah. Pasalnya, panas tubuh yang ditransfer dari tangan ke gelas, lalu ke wine dapat merusak kualitas wine.

3. Melihat warna wine

Wine yang baik tampak bening tanpa sedimen atau benda asing apa pun. Pada wine tua yang sudah disimpan lama, mungkin terlihat serbuk.

Serbuk tersebut aman dikonsumsi, tapi rasanya menjadi tidak enak. Pada red wine, semakin tua umurnya, semakin pudar warnanya.

Hal ini berlaku sebaliknya pada white wine dan rose wine, semakin tua umurnya, semakin gelap warnanya.

4. Memutar gelas

Salah satu cara menikmati wine ialah dengan memutar-mutar gelas agar aroma wine lebih keluar.

Dengan cara ini kita juga bisa melihat apakah bodi wine full, cairan turun dengan lambat/ kental atau light, cairan turun dengan cepat / encer.

Cairan wine atau wine leg yang turun dengan lambat menandakan kandungan alkoholnya tinggi dan rasa wine-nya lebih kering.

5. Menghirup aroma wine

Hirup aroma winedengan memasukkan hidung ke dalam gelas. Terutama gelas red wine, biasanya berukuran besar, sengaja dirancang agar kita dapat menghirup aromanya.

Aroma sangat menentukan persepsi rasa. Makanya, menghirup aroma wine terlebih dahulu sebelum menyesapnya akan membuat cita rasa wine terasa optimal.

6. Cara minum wine

Langkah terakhir cara menikmati wine ialah meminumnya, sesap wine secara perlahan. Jangan meneguknya seperti air putih apalagi menenggaknya dengan cepat seperti minuman dalam gelas shot.

Minum sedikit demi sedikit, putar-putar wine dalam mulut selama beberapa detik setelah itu baru ditelan. Rasakan tekstur dan rasa wine-nya ketika di mulut dan setelah ditelan.


admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.