Terjebak Krisis Ekonomi, Stok BBM Sri Lanka Hanya Cukup untuk Lima Hari | 31left

TRIBUNNEWS.COM – Sri Lanka sedang menunggu konfirmasi resmi tentang batas kredit $500 juta dari Bank Exim pemerintah India.

Menurut Menteri Tenaga dan Energi Sri Lanka Kanchana Wijesekera kredit tersebut akan digunakan untuk mendanai pengiriman bahan bakar selama beberapa minggu ke depan.

Berdasar kondisi yang terjadi, Wijesekera mengatakan Kolombo akan bertahan sekitar lima hari lagi dengan stok BBM yang ada.

Dilansir CNN, negara berpenduduk 22 juta orang itu terjebak dalam krisis keuangan terburuk dalam tujuh dekade.

Baca juga: Sri Lanka Kembali Percayakan Pencetakan 1 Juta Buku Paspor ke Peruri

Baca juga: Sri Lanka Naikkan Tarif Pajak untuk Tingkatkan Pendapatan Pemerintah

Pengemudi bajaj memblokir jalan persimpangan utama sambil menunggu untuk membeli bahan bakar di sebuah pompa bensin yang kehabisan persediaan, di Kolombo pada 16 Mei 2022. - Kekurangan makanan, bahan bakar dan obat-obatan, bersama dengan rekor inflasi dan pemadaman yang berkepanjangan, telah membawa penderitaan berat bagi 22 juta penduduk negara itu. (Photo by Ishara S. KODIKARA / AFP)
Pengemudi bajaj memblokir jalan persimpangan utama sambil menunggu untuk membeli bahan bakar di sebuah pompa bensin yang kehabisan persediaan, di Kolombo pada 16 Mei 2022. – Kekurangan makanan, bahan bakar dan obat-obatan, bersama dengan rekor inflasi dan pemadaman yang berkepanjangan, telah membawa penderitaan berat bagi 22 juta penduduk negara itu. (Photo by Ishara S. KODIKARA / AFP) (AFP/ISHARA S. KODIKARA)

Cadangan devisa Sri Lanka menyusut ke rekor terendah, dengan dolar hampir habis untuk membayar impor penting termasuk makanan, obat-obatan dan bahan bakar.

Kekurangan bahan bakar kronis telah memburuk antrean berkilometer di beberapa pompa bensin di seluruh negeri.

Situasi ini menyebabkan protes sporadis ketika pemilik kendaraan menunggu, kadang-kadang dalam semalam, untuk bensin dan solar.

Stok tersebut mencakup bahan bakar untuk kendaraan, beberapa industri dan layanan penting.

“Sri Lanka tidak dapat membayar $725 juta dalam pembayaran yang telah jatuh tempo kepada pemasok dan juga berjuang untuk membuka surat kredit untuk pengiriman di masa depan,” kata Wijesekera.

“Kami berjuang untuk mendapatkan pasokan bahan bakar karena masalah valas kami dan pemerintah bekerja untuk mengelola stok solar dan bensin yang ada hingga 21 Juni,” katanya kepada wartawan.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.