Terlanjur Ikuti Skenario Ferdy Sambo, Bharada E dan Ricky Rizal Minta Maaf ke Penyidik Polres Jaksel | 31left

Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Beberapa anggota penyidik Polres Metro Jakarta Selatan dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) dalam sidang lanjutan perkara dugaan pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Senin (21/11/2022).

Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan itu, terdakwa Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E dan Ricky Rizal menyampaikan permohonan maaf kepada para penyidik sebagai saksi.

Permohonan maaf itu dilayangkan mulanya oleh Richard Eliezer saat diberikan kesempatan oleh majelis hakim untuk memberikan tanggapan atas kesaksian eks Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit dkk.

Eliezer meminta maaf karena dalam proses pemeriksaan awal oleh penyidik Polres Jakarta Selatan, dirinya sepakat pada skenario yang disusun oleh Ferdy Sambo.

“Terakhir yang mulia, saya izin meminta maaf kepada senior saya (jajaran penyidik) tidak jujur dari awal karena saya hanya ikut skenario dari FS,” kata Richard Eliezer dalam persidangan.

Baca juga: Pemindahan Rp 200 Juta dari Rekening Brigadir J ke Bripka RR Jadi Petunjuk Relasi Kuasa Ferdy Sambo

Senada dengan Eliezer, Ricky Rizal juga menyampaikan permohonan maaf kepada para rekan anggota penyidik Polres Jakarta Selatan karena telah memberikan keterangan tak sesuai.

Adapun keterangan yang dimaksud Ricky yakni soal pemeriksaan di Bareskrim Polri namun tidak pernah terungkap di Polres Jakarta Selatan.

“Sebelumnya kami memimta maaf juga kepada rekan-rekan komandan penyidik Reskrim Jaksel, atas keterangan yang kami berikan tidak sesuai dengan apa adanya pada saat pemeriksaan di Paminal maupun di Bareskrim untuk terkait beberapa pernyataan,” kata Ricky.

Beberapa keterangan itu kata dia, salah satunya soal adanya interogasi yang dilakukan oleh Polres Metro Jakarta Selatan.

Sebab kata Ricky, dirinya tidak pernah memberikan keterangan apapun ke penyidik Polres, mengingat dia langsung dibawa oleh Provos Div Propam Polri setelah insiden penembakan.

“Yakni (soal) interview, karena seinget saya, saya tidak ditanya oleh siapapun seperti yang disebutkan, karena keterangan itu saya tidak berikan kepada siapapun dan dibawa ke kantor Provos,” tukas dia.

Baca juga: Sebut Brigadir J Ditembak Ferdy Sambo & Bharada E, Pengacara Kuat Maruf Cecar AKBP Ridwan Soplanit

Sebagai informasi, dalam sidang Senin ini, jaksa penuntut umum menghadirkan 11 orang saksi yang dominan merupakan anggota penyidik Polres Metro Jakarta Selatan.

Berikut 11 nama saksi yang dihadirkan dalam sidang untuk terdakwa Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E, Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf siang tadi.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *