Transportasi Umum Berbasis Listrik dapat Jadi Pemantik | 31left

TRANSPORTASI umum berbasis listrik dinilai mampu memantik peralihan secara masif bagi penggunaan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia. Peralihan transportasi publik dari berbahan bakar fosil ke energi yang lebih hijau juga dinilai lebih mudah dilakukan pemerintah.

“Bus ini lebih mudah dibandingkan dengan kendaraan pribadi dalam peralihan ini. Kendaraan umum ini memang seharusnya menjadi yang pertama dialihkan ke listrik atau lebih ramah lingkungan,” ujar ekonom senior sekaligus Rektor Universitas Indonesia Ari Kuncoro saat dihubungi, Sabtu (19/11).

Indonesia, lanjut dia, dapat meneruskan momentum Presidensi G-20 untuk menggalakkan penggunaan transportasi umum berbasis listrik. Terlebih kebutuhan bagian-bagian dalam pengembangan kendaraan listrik dapat dipenuhi di dalam negeri.

Dorongan untuk mengembangkan transportasi umum berbasis listrik di Indonesia dapat dilakukan di kota-kota besar terlebih dulu. Ini bertujuan untuk memperkenalkan kehadiran transportasi umum ramah lingkungan kepada masyarakat luas.

Ari mengatakan, pemerintah dapat menggunakan sedikit dari beragam pendanaan hijau yang diperoleh dalam forum G-20 untuk pemenuhan kebutuhan transportasi publik ramah lingkungan.

“Indonesia mendapatkan sejumlah dana untuk dekarbonisasi. Itu bisa digunakan, utamanya untuk transportasi publik di kota-kota besar. Jadi selain untuk memensiunkan pembangkit batu bara, ini bisa dipertimbangkan,” kata Ari.

“Karena bus listrik ini bisa menjadi simbol, baik itu nantinya di Jakarta, Surabaya, Bandung, atau kota-kota lainnya. Dengan begitu diharapkan ada tren yang mengikuti dan mengarah ke sana,” tambah dia.

UI diketahui turut menyumbang bus listrik untuk pelaksanaan G-20 dengan nama Bus Merah Putih UI. Bus yang membutuhkan waktu pengisian daya selama 2 jam itu mampu menempuh jarak hingga 250 kilometer. (OL-8)


admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *