Uber Selidiki Insiden Keamanan Siber, Usai Peretas Klaim Bobol Sistem Internal Perusahaan   | 31left

Laporan Wartawan Tribunnews, Nur Febriana Trinugraheni
 
TRIBUNNEWS.COM, CALIFORNIA – Raksasa layanan transportasi online Uber mengungkapkan jaringan komputernya telah diretas pada Kamis (16/9/2022).

Peretasan tersebut membuat Uber menghentikan beberapa komunikasi internal perusahaan dan rekayasa sistem untuk menyelidiki insiden tersebut.

Peretasan itu tampaknya telah membahayakan banyak sistem internal Uber.

Baca juga: Jenis-jenis Kejahatan Siber: Peretasan, Penipuan, Pencurian Identitas, hingga Pelanggaran Privasi

Seorang peretas yang mengaku bertanggung jawab atas insiden tersebut mengirim gambar email, penyimpanan cloud, dan repositori kode Uber ke peneliti keamanan siber dan The New York Times.

“Mereka cukup banyak memiliki akses penuh ke Uber. Ini adalah kompromi total, dari apa yang terlihat,” kata seorang insinyur keamanan di Yuga Labs, Sam Curry, yang dikutip dari New York Times.

Curry merupakan peneliti keamanan siber yang berkorespondensi dengan peretas yang mengaku bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Sementara juru bicara Uber mengatakan perusahaan sedang menyelidiki pelanggaran tersebut dan telah menghubungi petugas penegak hukum.

Karyawan Uber diinstruksikan untuk tidak menggunakan layanan pesan internal perusahaan, Slack.

Sistem internal perusahaan lainnya juga tidak dapat diakses, menurut keterangan dua karyawan Uber yang identitasnya tidak ingin diungkapkan.

Sesaat sebelum sistem Slack offline pada Kamis sore, karyawan Uber menerima pesan yang berbunyi, “Saya mengumumkan bahwa saya adalah seorang peretas dan Uber telah mengalami pelanggaran data”.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.