Volkswagen Tawarkan Imbalan ke Karyawan yang Bersedia Keluar dari Pabrik di Rusia | 31left

Laporan Wartawan Tribunnews, Nur Febriana Trinugraheni

TRIBUNNEWS.COM, BERLIN – Volkswagen menawarkan imbalan bagi karyawannya yang saat ini bekerja di pabrik besar VW di Rusia dan bersedia berhenti bekerja secara sukarela.

Surat kabar Rusia, Kommersant yang dikutip Reuters mengabarkan tawaran itu ditujukan kepada 200 karyawan yang bekerja di pabrik VW di kota Nizhny Novgorod, kota terbesar ke-4 di Rusia setelah Moskow, Saint Petersburg, dan Novosibirsk.

Kommersant mengutip dari sumber serikat pekerja yang mengatakan, karyawan yang setuju untuk menerima tawaran tersebut sebelum 17 Juli akan menerima gaji selama enam bulan.

Kesepakatan tersebut akan mencakup asuransi kesehatan hingga akhir tahun ini.

Volkswagen mengumumkan pada Maret lalu, produksi di pabrik Kaluga dan Nizhny Novgorod akan ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut, akibat sanksi Barat yang diterima Rusia, dan ekspor kendaraan ke Rusia akan segera dihentikan.

Baca juga: Tersandung Kasus Dieselgate di Inggris, Volkswagen Didenda Rp 3,5 Triliun

“Dengan gangguan ekstensif kegiatan bisnis di Rusia, dewan manajemen grup mengambil konsekuensi dari situasi keseluruhan, yang ditandai dengan ketidakpastian yang kuat,” kata Volkswagen.

Baca juga: Mahindra dan Volkswagen Jalin Kerja Sama untuk Komponen Kendaraan Listrik

Ribuan pekerja di industri otomotif Rusia telah dirumahkan dan harga pangan yang melonjak karena sanksi Barat telah mengguncang kota kecil Kaluga, Rusia, yang menjadi rumah bagi pembuat mobil asing memproduksi kendaraan.

Sanksi Barat yang diberlakukan setelah Rusia mengirim puluhan ribu pasukannya ke Ukraina, telah memperburuk kekurangan pasokan dan menghentikan produksi di dua pabrik mobil andalan Rusia, Volkswagen Jerman dan Volvo Swedia.

Baca juga: Volkswagen Dirikan Pabrik Kedua di Jerman untuk Produksi Kendaraan Listrik

Pabrik ketiga yang menghentikan produksinya di Rusia pada Maret lalu adalah PSMA Rus yang merupakan perusahaan patungan antara Stellantis dan Mitsubishi. Pabrik tersebut mempekerjakan sekitar 2.000 karyawan.

Pabrik Volskwagen Rusia mempekerjakan sekitar 4.200 orang, sementara Volvo Group mempekerjakan lebih dari 600 orang di Rusia untuk memproduksi truk.

Bahkan sebelum sanksi Barat dijatuhkan, penjualan mobil Rusia telah menyusut dari 2,8 juta unit sejak pabrik Volkswagen dibuka pada 2007, menjadi 1,67 juta unit pada tahun lalu. Penurunan ini terjadi setelah Rusia menerima sanksi akibat mencaplok wilayah Krimea dan diperparah oleh pandemi Covid-19.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.