Voxpol Center Survei Elektabilitas Capres-Cawapres: Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo Bersaing Ketat | 31left

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ashri Fadilla.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menjelang Pemilu 2024, bongkar pasang calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) kian beragam.

Teranyar, Voxpol Center Research & Consulting merilis hasil survei terkait elektabilitas pasangan capres-cawapres dari dinamika politik yang tengah berlangsung.

Dalam survei tersebut, terdapat tiga model pasangan capres-cawapres, yaitu dua pasangan, tiga pasangan, dan empat pasangan.

Dalam model empat pasangan capres-cawapres, terdapat tujuh simulasi.

Dari tujuh simulasi tersebut, Anies Baswedan cenderung mendominasi. Sebab hanya kalah satu kali, yaitu saat dipasangkan dengan Ahmad Heryawan.

Baca juga: Hasil Survei SSI Sebut Elektabilitas Partai Gerindra Kini di Posisi Pertama, Lewati PDIP

“Hanya satu kali berada pada posisi kedua, sisanya selalu berada di posisi pertama dan pesaing terdekat dalam setiap simulasi adalah pasangan Ganjar Pranowo,” kata Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chanago dalam acara Rilis Peta Elektoral dan Simulasi Kandidat Capres-Cawapres Potensial Pilpres 2024 pada Jumat (18/11/2022).

Kemudian dalam model tiga pasangan capres-cawapres, Ganjar Pranowo cenderung lebih mendominasi.

Dari tujuh simulasi tiga pasang calon, ganjar hanya dua kali tak berada di posisi pertama.
“Dari pasangan Anies Rasyid Baswedan dan satu kali kalah dari Prabowo Subianto,” ujar Pangi.

Sementara dalam simulasi dua pasangcan capres-cawapres, Anies Baswedan kembali menjadi tokoh yang mendominasi.

Dari sembilan simulasi dalam dua pasangan calon, dia anya kalah satu kali, yaitu saat Prabowo Subianto disandingkan dengan Ganjar Pranowo.

Sebagai informasi, survei kali ini dilaksanakan pada 22 Oktober sampai 7 November 2022.

Metode pemilihan sampel yang digunakan dalam survei ini yaitu multistage rando sampling melalui dua tahap.

Kedua tahap tersebut yaitu systematic random sampling dalam memilih TPS dan systematic random sampling dalam memilih responden dari daftar pemilih tetap (DPT).

Dari metode pemilihan sampel tersebut, diperoleh sebanyak 1.220 responden dengan margin of error 2,81 persen.

Para responden dalam survei ini merupakan warga negara Indonesia (WNI) yang telah memiliki hak pilih.
“Yakni berusia 17 tahun ke atas, memiliki KTP, atau yang sudah menikah,” kata Pangi.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *