Webinar Dokter Alumni Smandel, Kupas Tuntas Strategi Menghasilkan Dokter Paripurna | 31left

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Dirjen Tenaga Kesehatan Kemenkes RI, Drg Arianti Anaya MKM mengungkapkan, Kementerian Kesehatan telah mencanangkan apa yang disebutnya enam pilar transformasi untuk mengatasi berbagai persoalan terkait pembangunan bidang kesehatan di Tanah Air.

“Tentunya peran penting untuk memastikan generasi berikutnya sehat berpendidikan dan produktif ini sangat dipengaruhi oleh berbagai upaya di bidang kesehatan. Ini harusnya kita yakinkan bersama,” ujar Arianti Anaya.

Hal tersebut diungkapkan Arianti Anaya ketika menjadi pembicara utama atau Keynote Speaker dalam acara webinar dengan tema ‘Kupas Tuntas Strategi Menghasilkan Dokter Paripurna yang Memenuhi Kebutuhan Masyarakat”’ yang diselenggarakan Dokter Alumni Smandel/SMAN 8 Jakarta (DAS), Minggu (12/06/2022).

Webinar yang dipandu Wakil Ketua DAS, Dr Ekasakti Octohariyanto MPdKed (alumni 2002) menghadirkan pembicara Dekan FK UI Prof DR Dr Ari Fahrial Syam yang berbicara tentang ‘FKUI Pencetak SDM Kesehatan Berkualitas untuk Indonesia’.

Lalu ada Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dr Widyastuti MKM (alumni 1983) yang membahas tema ‘Peran mahasiswa kedokteran dan dokter di era urban health yang mengedepankan aspek promotif preventif kesehatan’.

Baca juga: Cerita Dokter Reisa Broto Asmoro Jadi Jubir Pemerintah Penanganan Covid-19: Awalnya Khawatir Banget

Kemudian Direktur Pain Institute of Indonesia (Pain Management Inisiator) Dr Y Rohedi Yosi Asmara SpAn (alumni 1996) yang membahas berbagi pengalaman.

Terakhir, Ketua Subkomisi II, Komite Nasional Pengembangan Sel Punca dan Sel Indonesia Prof Dr Ahmad Faried SpBS (K) PhD (alumni 1994) yang berbagi seputar karir dan pengalamannya.

Arianti mengatakan, salah satu transformasi enam pilar kesehatan itu terdiri dari transformasi layanan primer yaitu layanan yang dimulai dari Puskesmas, dimana tentunya kita berharap edukasi kesehatan dimulai dari layanan primer ini.
Karena layanan primer Puskesmas dengan Posyandu paling dekat dengan masyarakat.

Kemudian juga pihaknya akan meningkatkan transformasi layanan rujukan.

Kenapa transformasi layanan rujukan ini menjadi penting, karena ingin menjadi bagian dari pelayanan kesehatan yang jadi rujukan International.

Baca juga: Kemenkes Beri Bantuan Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis, Ini Daftar Program Studinya

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.