Wujudkan Ekosistem Digital Industri Kreatif, Sandiaga Dorong Santri Jadi New Content Creator | 31left

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hasanudin Aco

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan santri harus masuk ke dalam ekosistem digital dan mengedepankan produk-produk kreatif.

Ia juga mengatakan seorang santri harus menjadi generasi yang inovatif, adaptif, dan kolaboratif dalam menghadapi perekonomian pascapandemi COVID-19.

Dalam menghadapi era industri 5.0 yang serba digital, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang profesional, kompetitif dan kompeten. 

Mengingat jumlah santri yang sangat besar dan tersebar diseluruh indonesia, keberadaan para santri diharapkan dapat ikut berpartisipasi dalam pembangunan perekonomian khususnya sektor teknologi dan digital. 

Dengan optimis, Sandi mengatakan, santri harus bisa masuk ke dalam ekosistem digital dan mengedepankan produk-produk kreatif dan kekinian, dengan konten yang dihadirkan dalam bentuk digital.

Baca juga: Komisi I DPR Tekankan Pentingnya Peran Pemda dalam Administrasi Kependudukan Era Digital

“Kami berharap para santri akan menjadi “new content creator” yang dapat menghasilkan karya dan produk kreatif digital yang berkualitas dan kompetitif agar mampu turut serta berperan aktif dalam ekosistem digital,” ujar Sandi dalam agenda Kuliah Umum dan Sharing Session bertajuk Peningkatan Kemampuan Entrepreneur Santri di bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Pondok Pesantren Terpadu  Al Kamal Kunir Blitar,  Jawa Timur, Rabu (29/6/2022). 

Sandi melanjutkan, potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Blitar luar biasa, sekarang bagaimana kita bisa perluas untuk menciptakan lapangan kerja. 

“Saatnya santri ambil peluang untuk menjadi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif. Di Blitar ada 135 pondok pesantren, ini sebuah modal untuk mewujudkan ekosistem yang bisa menghasilkan karya ekonomi kreatif. UMKM bisa dimulai dari pondok pesantren ini,” tambahnya.

Di hadapan para santri, Sandi memotivasi mereka untuk berani mengambil resiko dalam memulai wirausahanya. 

Mengingat saat memulai usaha tak ada kesuksesan yang diawali tanpa adanya kegagalan.

“Ketika belum ditakdirkan berhasil, harus berusaha lebih keras, bersyukur, bersabar, tidak ada orang sukses yang tidak berani mengambil resiko. Kegagalan merupakan syarat menuju kesuksesan. Kemudian harus tetap bernovasi, tidak ada orang yang sukses tanpa inovasi,” tutup Menparekraf.

Leave A Reply

Your email address will not be published.